Ikan kerapu macan (Epinephelus sexfasciatus)
Klasifikasi dan Morfologi
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Osteichtyes
Sub Kelas : Actinopterigi
Ordo : Percomorphi
Sub ordo : Percoidea
Sub family : Epinephelinae
Genus : Epinephelus
Spesies : Epinephelus sexfasciatus
Ikan kerapu
macan (Epinephelus sexfasciatus).
merupakan salah satu jenis ikan laut yang hidup di perairan dalam maupun payau
yang bersalinitas 20-35 ppt. Ciri-ciri morfologi ikan kerapu macan antara
lain bentuk tubuh pipih, yaitu lebar
tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh, rahang atas dan
bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat, mulut lebar, serong ke atas
dengan bibir bawah yang sedikit menonjol
melebihi bibir atas, sirip ekor berbentuk bundar, sirip punggung tunggal
dan memanjang, posisi sirip perut berada di bawah sirip dada, serta badan
ditutupi sirip kecil yang bersisik stenoid.
Pola
Natalitas (Ringkasan)
Ikan kerapu
macan bersifat hermaprodit protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan
menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan. Ikan kerapu mulai siklus
reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan
yang berfungsi sebagai masa interseks dan masa terakhir masa jantan. Ketika
ikan kerapu masih muda juvenile, gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah
testis. Jaringan ovari kemudian mengisih sebagian gonad dan setelah jaringan
ovari berfungsi mampu menhasilkan telur, Kemudian akan terjadi transisi di mana
testisnya akan membesar dan ovarinya mengkerut. Ikan kerapu macan yang
sudah tua umumnya ovarium sudah tereduksi sekali sehingga
sebagian besar dari gonad terisi oleh jaringan lain. Fase produksi pada induk betina di capai pada
panjang tubuh antara 45-50 cm dengan berat 3-10 kg dan umur kurang lebih 5
tahun, selanjutnya menjadi jantan yang matang gonad pada ukuran minimal 74 cm
dengan berat kurang lebih 11 kg. Ikan kerapu bebek memijah pada malam hari,
yaitu dari pukul 22.00 sampai dengan 4.00 pagi. Awal pemijahan biasanya terjadi
pada bulan gelap, yaitu minus 3
sampai plus 5
awal bulan. Telur yang telah dibuahi berbentuk bulat, transparan,
mengapung di permukaan air sedangkan yang tidak dibuahi berwarna putih dan
tenggelam di dasar. Telur yang dibuahi akan berkembang menjadi embrio dan
akhirnya menetas menjadi larva.
Sumber bacaan dapat didownload pada link berikut:
Sumber gambar dapat dilihat pada link preview berikut:






0 komentar:
Posting Komentar